Sunday, April 13, 2008
Bertiga kami dipersilahkan duduk di salah satu sudut restoran Shanghai Nights. Aku tak ingat lagi siapa yang memulai topik ini. Yang pasti tiba-tiba kami membawa nama beberapa orang dalam percakapan kami. Bukan semata tentang ke-ugly-an mereka. Tetapi juga tak sepenuhnya tentang ke-nice-an mereka. Teh cina yang suka aku pesan ternyata hangat juga. Semakin hangat teh, percakapan kami pun makin hangat. Sementara itu, satu per satu kami memilih sesuka rasa menu yang tersedia. Mungkin kami tiba cukup awal. Maka aku senang menjadi orang pertama yang mencicipi hidangan sayuran hijau siang ini. Tetapi itu tadi, begitu kami kembali ke meja duduk, kembali nama-nama itu kami hadirkan sepanjang santap bersama. Asyik juga sih kalau berbicara tentang orang. Asyik juga sih rasanya mengukir bentuk orang dalam kata-kata yang kami pilih sendiri. Entah siapa yang mengatakan ungkapan ini. Dia bilang, "Orang-orang picik berbicara tentang orang lain, orang-orang yang biasa-biasa saja berbicara tentang berita dan kabar penting sedangkan orang bijak berbicara tentang ide." Well, aku tak tahu kami masuk kelompok mana. Tetapi rasanya ada bagian di mana kami picik, lalu biasa-biasa saja dan tak jarang bijak juga. Sudah pukul 2 siang. Wah, di luar restoran Shanghai Nights, hari tampak begitu cerah. Tetapi setelah melewati Colston Hall di jantung kota Bristol, aku merasakan semilir angin juga. Terasa dingin tetapi segar.*****Labels: Dunia Pop
Subscribe to:
Comments (Atom)
